Anak muda perlu tahu bahwa petuah bijak Tara Turu Toro bukan sekadar romantisme masa lalu
Anak muda perlu tahu bahwa petuah bijak Tara Turu Toro bukan sekadar romantisme masa lalu

Anak muda perlu tahu bahwa petuah bijak Tara Turu Toro bukan sekadar romantisme masa lalu

Orang-orang Wakatobi sangat akrab dengan merantau. Kebiasaan yang satu ini sudah ada sejak jaman dahulu kala. Ketika perahu layar masih riuh menghiasi dunia pelayaran di Wakatobi, pun hingga kini, saat geliat perahu layar sudah senyap, orang-orang Wakatobi masih gemar merantau. Entah demi perkara pendidikan atau mengais rezeki, atau barangkali menyongsong jodoh ke tanah seberang.

Sebagai perantau yang bakal pergi lama meninggalkan tanah kelahiran, jelas pasti dibekali banyak hal sebelum berangkat oleh para orang tua yang selalu diliputi cemas akan keselamatan anak-anaknya. Beberapa hal itu bisa berupa barang dan petuah . Namun, yang paling utama diantara kedua itu adalah petuah bijak orang tua.

Adalah H. Ismail (70) seorang sepuh asal Tomia yang turut melakoni dunia pelayaran di Wakatobi. Setidaknya, sejak berumur belasan, beliau sudah ikut melanglang buana di perahu. Berpindah dari satu pulau ke pulau lain menggunakan perahu layar khas Wakatobi bersama kelompoknya. Sampai beliau menjadi nakhoda bahkan memiliki perahu sendiri .

Ombak dan badai tak jarang datang menghantam. Kondisi fisik kadangkala menolak untuk beramah-ramah. Semangat timbul tenggelam. Namun petuah orang tualah yang selalu menguatkan tekadnya, menyalakan kembali semangat setiap ingin redup, menyerah.

Ada tiga Petuah yang sangat populer di Wakatobi. Mereka yang ingin selamat selama di perantauan wajib mengamalkannya. Ini bukan sekadar romantisme masa lalu atau bahkan bualan belaka . Petuah ini sungguh terbukti ampuh menyelamatkan tidak sedikit orang di perantauan. Membawa mereka menemui nasib baik. Petuah itulah juga yang menyelamatkan H. Ismail  pada masa ketika beliau merantau. Tiga petuah tersebut adalah sebagai berikut:

Tara

Tara dalam bahasa Wakatobi secara harfiah berarti tahan. Dalam konsep nasehat para orang tua, tara  memiliki makna filosofis yang luas, yakni bertahan sekuat hati ketika menghadapi kesukaran dan bersabar atas segala polemik hidup di perantauan yang penuh resiko itu.

Namun, tahan di sini bukan berarti keras, tetapi lebih kepada sifat adaptif terhadap lingkungan sekitar. Contohnya jika yang merantau sedang dinasihati oleh yang lebih tua, maka sikap tara di sini  berarti menerima dengan besar hati segala nasihat,  termasuk mengendalikan diri agar tidak menyela, membantah, terlebih buru-buru minggat ketika diingatkan atau ditegur jika melakukan sesuatu yang keliru.

Turu

Turu dalam bahasa Wakatobi secara harfiah berarti patuh. Secara filosofis,  maksud nasehat para orang tua yang terkandung di balik satu kata ini adalah mematuhi peraturan atau norma tertulis dan tak tertulis yang berlaku di suatu tempat, termasuk mematuhi anjuran-anjuran dalam keyakinan masing-masing (baca:agama) dan  juga anjuran untuk patuh  mengamalkan petuah bijak yang diterima dari orang yang lebih tua

Toro

Toro bisa juga diartikan sebagai fokus. Nasihat ini mengandung makna anjuran agar tidak gampang terpengaruh dengan kesenangan-kesenangan semu yang mengalihkan perhatian dari tujuan awal merantau. Sang perantau diharapkan tetap kokoh pada pendiriannya. Kelak apapun yang dilakukannya di tanah rantau, sebisanya adalah hal-hal yang bisa mendekatkan dan mendatangkan manfaat demi tercapainya cita-cita

Tiga petuah di atas tak hanya menyelamatkan dan mendatangkan hal baik bagi kehidupan H. Ismail.  Namun, seluruh orang yang pernah beririsan dengan kehidupannya, sebagai anak tinggal di rumahnya atau sebagai sawi fangka (ABK kapal) di perahu miliknya, pun mengikuti jejaknya menemui nasib baik berkat mengamalkan petuah bijak ini. Kini, di umurnya yang sepuh. H. Ismail sedang menyiapkan diri untuk rehat dari dunia rantau dan lebih banyak menghabiskan waktunya di kampung halaman. Beliau yang pernah menerima tiga petuah bijak dari orang tua ini, kemudian  melakoni perannya sebagai penutur yang meneruskan petuah bagi orang-orang di sekitarnya. Utamanya bagi muda-mudi yang sering bertandang ke rumahnya.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here