Masa kecil di Tomia adalah masa yang penuh dengan permainan. Saya terus berupaya mengingat dan mengenangnya.

Bermain adalah aktivitas yang paling menyenangkan semasa kanak-kanak. Di masanya, membuat janji di sekolah dan membicarakan permainan apa yang hendak dimainkan sangat lah menyenangkan. Apalagi permainan yang melibatkan banyak orang.

Menjadi ajang bertemu teman-teman, lalu dari rumah melibatkan aksi kabur-kaburan.
Aku salah satu pelakunya. Mengendap-endap pulang sekolah, diam-diam mengganti pakaian lalu tanpa jejak meninggalkan rumah.

Demi memenuhi janji bermain, jangankan pamit, makan pun tidak lagi. Tergolong ‘kapala batu’ dan benar tidak patut ditiru. Sebab membuat inak berkali-kali naik pitam. Ujungnya, aku bakalan pulang dituntun sebilah rotan ditangannya yang sudah membekas di betis.

Tidak bersuara hanya sesenggukan. Lalu inak akan mengomel, ‘tedaidana miaa, lilahoo fa mpisi iyai, bisa kaiho nomanga nopohenuntumo ako tekolia’a. Ubila kai ako tekoliaa’u atu?’
***

Namun terlepas dari anak-anak yang sukanya bermain, rupanya bermain berperan penting bagi tumbuh kembang mereka. Dengannya, anak-anak melibatkan pengetahuan belajar meniru, memahami, mengingat dan mempraktekannya.

Dalam kehidupan sosial, mereka juga belajar bagaimana  berinteraksi kepada sesama serta kemampuan berbahasa diantara kawan bermainnya. Termasuk mengatur emosi dan kepribadian.

Karena peran penting tersebut, diciptakanya lah banyak macam permainan. Bukan sekedar agar bermain menjadi seru dan menyenangkan, namun supaya menggerakan pengetahuan dan kreatifias.¬_

Di kampung kami Tomia, sebelum gadget mengambil alih pelangi masa kecil anak-anak sekarang, dimasanya bermacam permainan pernah mewarnai setiap musimnya. Nyaris setiap situasi punya permainan tertentu.

Sebagai yang pernah menikmati dan mengenang bahagianya ditemani permainan-permainan klasik itu, rasanya di kepala selalu menolak lupa.

Tidak ada efek samping radiasi juga candu yang merusak melainkan ingin mengulang lagi, melihat lagi setiap peran dimainkan. Efek sampingnya palingan menangis-menangis lantaran jatuh, berselisih dengan teman main, kena marah, disabet rotan dibetis, dicubit, gara-gara lupa pulang.

Sengaja mengulur waktu karena sedang seru-serunya bermain. Segala permainan ada, mulai dari cerita horor sampai permainan yang dimainkan ketika guru sedang menjelaskan di depan.

Dari banyaknya permainan, ada beberapa permainan yang digelar hanya pada musimnya saja. Ketika masanya sudah lewat mainan-mainan tersebut akan disimpan lagi dan dibuka setelah waktunya tiba.

Terkadang bukan karena permainan tersebut membutuhkan musim atau cuaca tertentu. Namun karena sebagian tiba-tiba saja dimunculkan oleh sekelompok anak-anak dan mereka serentak beramai-ramai latah memainkannya.

Hekuti (bermain kelereng)

Kuti dalam bahasa Tomia berarti Kelereng. Permainan kelereng ini ada berbagai macam seperti kuti luba (kelereng yang dimasukan ke dalam lubang), kuti ta’o  (permainan kelereng yang memiliki taruhan) dan kep.

Katubba-tubba

Hewan undur-undur yang berjalan mundur, hanya dijumpai pada musim kemarau pada pinggir-pinggir halaman rumah yang bertanah kering. Di Tomia ialah katubba-tubba namanya. Dengan menyisakan lubang-lubang di tanah sebagai ciri khas sarangnya, anak-anak akan menggunakan sehelai rambut untuk memancing binatang itu keluar.

Hewayang (bermain wayang)

Permainan dari kertas karton berbentuk kotak. Wayang ini biasanya bergambar kartun dan film-film anak-anak lainnya. Dalam satu helai besar terbagi ke dalam 30 wayang. Sebelum di mainkan terlebih dahulu digunting-gunting. Beberapa permainan menggunakan Wayang adalah bante-bante, sak-sak, toppa-toppa, pasa-pasa dan koco-koco.

Kaoda-oda

Kaoda-oda adalah egrang, yaitu sejenis permainan menggunakan bambu yang dibuatkan pengganjal pada setengah betis atau setengah lutut tiangnya. Tujuannya untuk pijakan kaki ketika berjalan. Biasanya dimainkan dengan melakukan balapan, siapa yang terceoat berjalan.

Hotofala (permainan layang-layang)

Permainan yang dimainkan hanya ketika musim angin kencang tiba. Ketika musim angin kencang, dahulu di lapangan dan di pimpi setiap sorenya anak-anak ramai bermain hotofala dengan macam-macam bentuknya.

Maingkano

Maingkano adalah permainan dengan menggunakan dua buah tongkat kayu. Satu tongkat akan lebih panjang dari yang lain. Biasanya diidentikkan dengan Ina dan ana atau ibu dan anak.

Permainan ini dilakukan oleh dua orang atau kelompok-kelompok. Cara permainannya menggunakan media tanah yang lebih dahulu dilubangi. Arena untuk permainan ini harus cukup luas. Untuk itulah biasanya dilakukan di halaman rumah. Ada tiga sesi permainan yaitu Sikki, Pakka, dan Maingkano.

– Sikki: Kayu kecil (anak) akan diletakkan di lubang tanah dengan horizontal (menyilang bentuk lubang yang memanjang ke depan) dan kemudian Inano akan mengangkat dan melempar kayu kecil itu sampai ke kelompok atau orang yang berjaga. Si Inano akan diletakan di lubang, kelompok penjaga akan melemparkan anano ke lumbang, di mana inano terbaring. Jika lemparan itu mengenai inano, maka akan terjadi giliran.
-Pakka: Pakka berarti memukul. Proses ini Inano akan dipakai untuk memukul Anano di arahkan ke arah kelompok penjaga
-Maingkano: Proses ini dilakukan dengan meletakaan Anano tegak lurus dengan lubang, kemudian ujung yang mencuat dari tanah dipukul, diangkat ke atas, lalu di udara Anano akan berusaha dipukul beberapa kali hingga menjauh. Jarak Anano hasil pukulan lantas diukur menggunakan Inano dan angka-angka itu menjadi pembanding dua kelompok yang memenangkan permainan.

Karida-rida

Karida-rida dikenal juga sebagai Congklak. Permainannya menggunakan papa yang dilubangi srbanyak dua belas lubang. Lubang-lubang ini lantas diisi kelereng atau batu kerikil. Dulu, jika wadah lubangnya tidak ada, maka  tanah sebagai medianya untuk membuat dua belas lubang tersebut.

Patakka-takka

Permainan dengan dua bola yang komponennya keras diikatkan pada kedua ujung tali. Kemudian bagian tengah talinya terdapat cincin untuk memasukkan salah satu jari. Lalu dimainkan dengan tangan diayunkan hingga dua bola tersebut bertemu sampai terdengar bunyi takka-takka dari keduanya.

Temba-temba

Temba-temba atau permainan tembak-tembakan ini ada beberapa macam selain pistolan air anak-anak. Dizamannya, ada temba-temba Ramme, yakni pistolnya terbuat dari bambu kecil sepanjang 30-40an cm. Pelurunya berasal dari Ramme, berbentuk bulat-bulat kecil berwarna hijau berasal dari tumbuhan tertentu yang juga bernama Ramme. Namun jika Ramme belum musim ada juga tembak-tembak yang terbuat dari batangan polpen sebagai gantinya. Lalu pelatuknya kadang terbuat dari bambu. pelurunya adalah kertas-kertas yang dibuat bulatan kecil setelah sebelumnya sengaja dibasahi air.

Soccer (baca: Soker)

Dahulu ketika musim piala dunia membuming, bukan hanya orang dewasa anak-anak pun tidak kalah gila bolanya. Sampai-sampai kertas pun disulap sebagai permainan bola, sebagai gawang beserta orang-orangannya dan meja adalah media lapangannya yang mereka sebut soccer.

Hebangkili (Engklek)

lebih sering dimainkan anak perempuan namun laki-laki juga memainkannya. Dengan membuat garis di tanah. Bentuknya kadang menyerupai rumah atau tangga. Lalu bata atau batu yang pipih digunakan sebagai Kasede-sede atau Kaete-ete untuk hebangkili yakni mendorongnya dengan kaki atau melemparnya tepat pada setiap petak yang dituju. Kalau Kaete-ete kena garis maka pemain akan berganti.Biasanya dimainkan oleh dua hingga lebih orang.

Boi atau boin

Permainan yang dinamakan boin ini, merupakan permainan yang membutuhkan bola sebagai alat utama permainan. Boi memiliki beberapa jenis yaitu boi reke-reke, boi sandali, boi bata, boi hebuni dan boi tobarinso.

Dahulu bermacam permainan ini pernah ada. Bukan hanya permainan musiman, masih banyak lagi bentuk permainan tertentu, kapan saja dan dimana saja dimainkan. Permainan yang tidak menguras kantong, anak-anak bersuka ria membuatnya dengan keatifitas mereka sendiri. Selalu ada tawa kebersamaan ketika bermain, hingga dijemput pulang dengan menangis-menangis, terkadang.

Hegata’a (Permainan karet)

Hegata’a atau bermain karet bermacam bentuk permainannya. Mulai dari karet-karet gelang yang disambung-simpul yang digunakan untuk bermain tali, rinso, inja-inja, ajinamoto, selang-seling dan nama-nama. Selainnya bentuk permainan karet yang dibiarkan utuh, dikubur dalam timbunan tanah kemudian dicari menggunakan sapu lidi dikenal dengan permainan su’u-su’u, kemudian pate-pate dan katera-tera. Namun katera-tera membutuhkan kreativitas untuk menganyamnya, dijadikan gelang-gelang atau gantungan kunci. Terakhir karet yang dikaitkan ke jari-jari hingga membentuk sketsa sapo-sapo ndoke (rumah-rumah monyet), kaba-kabali (parang-parang) dan jaring laba-laba dan lain sebagainya

Caboci

Merupakan permainan yang memiliki nyanyian. Permainan yang sejenisnya dan sering dimainkan anak-anak pada zamannya yaitu, bat-bat bintang, sim-sim, sepiring, mejikuhibiniu, dan tumbu-tumbu kaluku.

Kifo Ulo-ulo

Kifo ulo-ulo adalah permainan dengan menyamakan warna dari pecahan-pecahan gelas kecil yang dimainkan oleh beberapa orang.

Ase (gobak sodor)

Permainan dengan dua kelompok yang bermain dan berjaga ini sangat familiar dikalangan anak-anak. Bahkan dahulu, ketika di sekolah pun dimainkan ketika keluar main. Permainan yang selalu memancing keributan lantaran seringnya terjadi kecurangan, tangan yang sengaja seolah dipanjangkan dan kaki yang keluar garis.

Hendrip

Salah satu permainan kejar-kejaran lalu mematung yang dimainkan oleh beberapa orang anak. Sejenisnya, ada juga Kemon namun diperankan oleh dua orang saja. Kalau yang membutuhkan massa banyak ada yang dikenal dengan Tatarbom.

Pencuri Batu

Merupakan permainan dengan melibatkan dua kelompok bermain yang memiliki perwakilan menjaga batunya masing-masing, sisanya sebagai pencuri yang mencuri kumpulan batu milik lawan bermain. Selain pencuri batu dahulu dikenal juga permainan Hebo-heboka te fatu atau sembunyi batu.

Terpal (Petak Umpet)

Terpal adalalah permainan bersembunyi yang dihitung sampai sepuluh oleh pihak jaga dengan menutup matanya. Lalu sisanya bersembunyi. Selainnya ada juga Enggo, Kokkolobe dan Teko, namun Teko menggunakan bola yang ditendang dan dijaga oleh pihak yang berjaga.

Boto-boto dan Tani-taningku

Boto-boto yang artinya tebak-tebakkan dan tani-taningku yang berarti teka-teki. Dua permainan ini sangat mengasah keterampilan berpikir. Pasalnya, tebak-tebakan yang diajukan juga harus dipikirkan, biar masuk akal dan tidak mudah tertebak.

Hekatende

Hekatende adalah permainan yang biasanya menggunakan bola kasti atau kelereng dengan beberapa batu kerikil sebagai umpannya.

Pandolo-ndolo

Pandolo-ndolo adalah permainan yang menggunakan ban bekas motor atau sepeda. Cara permainanya menggunakan kayu yang dipukulakan berulangkali ke ban agar menggelinding. Pada musimnya anak-anak ramai berlarian di jalan kampung dengan Pandolo-ndolonya.

SOS

Ketika sedang bosan memperhatikan guru yang sedang mengajar di depan kelas, dahulu permainan ini seringkali menjadi alernatif antar teman sebangku. Hanya dengan memasangkan huruf hingga tertulis ‘sos’. Selainnya dahulu ada juga nama-nama berdasarkan huruf yang sama pada kategori awalan nama tertentu.

Oto-oto

Oto-oto yang berarti mobil-mobilan, biasanya disulap oleh anak laki-laki dari kaleng bekas atau tempat shampoo, sabun, bedak, hand body, sebagai badan mobilnya. Kemudian sandal-sandal rusak yang tidak terpakai lagi, merek swallow misalnya akan digunakan sebagai rodanya. Apakah didorong menggunakan kayu yang sudah didesain sedemikian rupa atau ditarik menggunakan tali.

Gasi (Gasing)

Permainan yang dibuat dari batang kayu yang dipahat menyerupai kerucut-bulat. Gasi akan diputar dengan tali. Semakin bagus kualitas kayunya, gasingnya pun semakin kuat tidak mudah terbelah ketika dimainkan.

Fangka-fangka

Selain Gasi, permainan yang membutuhkan keterampilan memahat ini ada juga fangka-fangka (perahu-perahu), selain dari kayu bisa juga sabuk kelapa yang dilengkapi dinamo sepeda oleh kreatifitas anak-anak dahulu agar bisa melaju di air.

Fale-fale

Fale-fale atau rumah-rumah kecil ini adalah permainan yang tidak kalah serunya. Sesama teman tetangga rumah akan berkumpul mendirikannya, dari dinding yang berkarungkan karung beras maupun beratapkan daun kelapa. Hingga makan dan memasak pun di sana, malam-malamnya berkumpul mengelilingi pajamara loga-loga dan bercerita lucu sampai horor.

Pate (ketapel)

Kalau ke kebun menemani Wa Ina atau sekadar bertujuan untuk pate-pate te sui, ketapel jelas harus dibawa. Pate-pate termasuk permainan yang seru ketika di kebun apalagi jika targetnya tepat sasaran. Sembari memasang taho atau perangkap burung, mencari kamoni-moni juga membuat kalung-kalung dan putar-putar yang dikaitkan ke jari telunjuk  dari ranting ubi kayu.

Kundu-kundu Lepa

Adalah pilihan bermain ketika berada di pantai atau pesisir. Kundu-kundu Lepa terbuat dari pasir hasil sedimentasi. Warnyanya abu-abu dan teksturnya halus mirip lumpur. Pasir halus ini dikundu-kundu (dipola) hingga membentuk bola-bola kecil seukuran genggam. Setelah membentuk bulatan, bola-bola yang masih basah itu akan dibawa ke darat kemudian ditaburi abu dan pasir kering untuk menyempurnakan bulatan serta menjadi kulit pelapisnya. Kundu-kundu Lepa yang selesai dibuat kemudian akan diadu dengan Kundu-kundu Lepa yang lain hingga salah satu dari mereka hancur atau retak.

Suttu-suttu

Suttu-suttu atau sut-sut merupakan permainan tentang siapa yang paling jauh satu kali melangkah hingga garis finish. Selainnya, ada juga gunting batu kertas dan Gambres.

Baju-baju

Permainan orang-orangan yang bisa dipasang-ganti bajunya ini adalah permainan dari kertas karton. Biasa dimainkan oleh anak-anak perempuan. Permainan dari kertas ini juga ada ular tangga dan monopoli.

Permisi Teman-teman

Sejenis permainan meloncat yang membutuhkan ancang-ancang jauh agar bisa melewatinya. Sebab melewati kaki dan tangan yang disusun tinggi dari pihak yang berjaga. Dulu di sekolah seringkali dimainkan kalau guru tidak masuk mengajar atau di rumah teman selepas mengerjakan PR sekolah.

Permainan ini adalah bentuk rangkaian menolak lupa. Tentang masa kecil yang penuh tawa sampai menangis yang dibagi bersama teman ketika bermain. Waktu itu pikiran masih lah seputar memikirkan permainan apa yang menarik untuk dimainkan. Tertawa suka-suka, menangis pun suka-suka. Hari ini bertengkar, besok ketika bertemu bermain bersama lagi. Belum ada kata mengenal cinta dan jatuh cinta apalagi dibuat pusing oleh dunia kerja atau dihantui rasa bersalah. Masa kekanak-kanakan yang banyak orang rindukan. Polos dan tidak serumit orang dewasa karena tahunya bahagia, meski hanya dibelikan sebuah mainan saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here